INDOOR GARDEN UNTUK APARTEMEN

Penulis : Viva Rahwidhiyasa

Pengembang semakin pintar menciptakan konsep bangunan apartemen agar tampil beda, seperti yang dilakukan oleh The Royale Springhill Residences di Kemayoran, Jakarta Pusat yang menerapkan private court yard untuk meredam panas di tiap unitnya. AH. Marhendra selaku Direktur Operasional Springhill mengungkapkan bahwa puncak menara akan diberi sky garden dan tiap lantai juga akan dilengkapi dengan taman.

Desain lanskap showunit apartemen ditangani oleh Yugo Widyaputra dan Windasari. Pertama, unit apartemen banyak menggunakan kaca yang menjorok ke dalam sehingga terdapat ruang yang lebih luas pada area balkon yang masih beratap untuk dimaksimalkan menjadi penghijauan. Tujuannya untuk memaksimalkan paparan cahaya tetapi menekan suhu ruangan, menyaring polusi udara dan polusi suara dari luar sekaligus memberi nuansa yang lebih homey pada unit apartemen.

Ide untuk ‘menghijaukan’ unit apartemen diterapkan pada area seputar balkon, jendela kamar, kamar mandi sampai ke ruang dalam yang bersinggungan dengan ruang komunal. Konsep penghijauan pada ruang transisi ini diterapkan menggunakan indoor garden yaitu dengan bak blooming yang pernah populer pada dekade 70an dan tanaman yang ditanam pada pot serta tanaman hias bunga yang tumbuhnya menjuntai sehingga terlihat cantik dari arah luar.

Area transisi tersebut cenderung lebih kering dengan sedikit cahaya matahari alami, bahkan area dalam menggunakan AC sepanjang hari sehingga membutuhkan tindakan khusus terutama dalam pemilihan jenis tanaman dan perawatan jangka panjang. Maka dipilihlah jenis tanaman indoor yang tahan dengan suasana teduh dengan kelembapan yang tidak normal, seperti Philodendron, sirih gading (Scindapsus) dan Bromelia. Untuk tanaman yang lebih tinggi, dipilih jenis palem waregu dan Dracaena.

Komposisi tanaman dikonsentrasikan pada boks tanaman yang menjadi pembatas setinggi kurang lebih 50 cm dengan lebar bervariasi bergantung kepada ruang yang tersedia. Bagian dalam boks diberi lapisan tahan air agar tidak terjadi kebocoran ke ruang-ruang di bawahnya kemudian diberi lapisan dasar untuk drainase berupa pecahan karang serta pasir. Untuk vertical garden digunakan struktur kerangka besi yang didesain sesuai dengan ukuran ruang dan media ringan yang terdiri dari pupuk kompos, cocopeat dan sekam. Secara rutin tanaman perlu dirotasi seminggu sekali dan media tanamnya diperbarui setiap 3 bulan sekali.

Categories: Article | Leave a comment

Keindahan Ukiran Furniture Jepara

Furniture yang terbuat dari kayu sudah tidak asing lagi. Beragam bentuk dan desain yang ditawarkan. Furniture sangat berperan dalam tampilan sebuah hunian. Furniture yang terbuat dari kayu jati dipadukan dengan ukiran jepara sangat cocok menghiasi sudut-sudut rumah Anda.

Furniture Jepara memiliki ukiran klasik dan modern, lebih tahan lama dibandingkan dengan furniture kayu biasanya, tidak mudah dimakan rayap. Penggunaan ukiran jepara tidak hanya di rumah atau gedung,kantor dan tempat-tempat lainnya di dalam negeri, bahkan diminati masyarakat mancanegara.

Keeksisan furniture ukiran jepara hingga saat ini karena tidak pernah ada kesamaan diantara produknya. Antara furniture ukiran jepara satu dengan yang lainnya mungkin saja mirip, tetapi tidak pernah ada yang sama atau identik. Membeli furniture dengan ukiran jepara sama saja dengan mengkoleksi produk bernilai seni dan berestetika tinggi.

Dari segi desain, proses pembuatan hingga kualitas produk yang tercipta, ukiran jepara memang tidak ada yang bisa membuat atau meniru ukiran tersebut asli hingga sama. Meski mengandalkan keterampilan manual, bukan berarti furniture jepara tidak mempunyai keunggulan. Nilai tambahnya justru karena masih banyaknya sentuhan tangan yang terpahat di perabot-perabot tersebut.

Furniture ukiran jepara mempersembahkan sebuah karya pahat yang bernilai estetika. Produk furniture ukiran jepara tidak termakan jaman, malah akan semakin dicari dengan keunikan-keunikannya.

Categories: Article | Leave a comment

Tips Memilih Furniture

Langkah pertama yang dilakukan dalam memilih furniture adalah mensurvey, mengamati ruang dalam rumah, memperhatikan warna dinding, luas ruang, tinggi plafon, aksesoris ruangan, serta hal-hal lainnya yang menyangkut tema yang dipilih. Setelah itu ada baiknya juga mengetahui terlebih dahulu bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya. Hampir semua furniture terbuat dari bahan dasar kayu.
Bahan-bahan untuk membuat furniture terdiri dari berbagai jenis, yaitu:

  1. Kayu solid. Kayu solid yang banyak digunakan untuk interior furniture dan jenis furniture lain adalah kayu jati.
  2. Kayu lapis atau plywood. Dikenal juga dengan nama multipleks, yaitu kayu olahan yang dibuat dengan merekatkan beberapa lembaran kayu dengan mesin bertekanan tinggi.
  3. Blockboard, merupakan kumpulan kayu berbentuk kotak kecil yang disatukan dan dipadatkan oleh mesin bertekanan tinggi dan diberi lapisan di kedua sisinya.
  4. HDF & MDF. HDF (High Density Fibreboard) & MDF (Medium Density Fibreboard) terbuat dari kayu sisa hasil perkebunan.
  5. Particle board, terbuat dari hasil sisa pengolahan kayu, seperti serbuk gergaji, potongan kayu kecil-kecil yang diolah dengan bahan kimia sedemikian rupa sehingga menjadi lembar yang utuh.

Walaupun sekarang banyak juga interior furniture yang terbuat dari bahan selain kayu, namun interior furniture yang terbuat dari kayu tetap eksis. Furniture yang berbahan dasar kayu memiliki keunggulan seperti teksturnya yang bagus dan mudah dibentuk, dapat diukir dengan hasil yang maksimal, serta lebih tahan lama. Harga furniture kayu pun sangat bervariasi, tergantung bahan baku dan desain furniture.

Categories: Article | Leave a comment

TRADITIONAL LOOK

All the elements of a kitchen contribute to how it looks and traditional look is one of kitchen’s styles that many people talk about recently. Talking about something “Traditional” we will imagine for years ago like something back to centuries. So, it will be wise to make each design selection of traditional look with the whole drawing in mind, and cabinets can be a prime purveyors of a kitchen’s traditional look. For example, cabinets in a purist may insist on face frame with inset doors and drawers, cabinets with flush overlay doors on frameless cases. But never underestimate that a power of hardware to influence style as offbeat pulls can liven up traditional cabinets and solid brass bin pulls can add gravitas to simple off the self cabinets.
There are some terms how to add centuries in kitchen’s style, as the countertops set style in terms of material type, color,reflectivity, edge profile, a huge honed slab of marble set on a massive wood skirt and stout legs. They can be adding for applicating in kitchen’s traditional look because appliances are essential to kitchen’s function buit they also play a role in establishing style. Besides, you can hide the refrigerator and dishwasher with a panel covers that match the cabinetary and select a traditional range. Well, this is a little solution how to have kitchen in a traditional look. Just trying what on your mind to make up another idea to be new contribution in kitchen’s style especially traditional look.

Categories: Article | 1 Comment